• 27

    Sep

    Ritual Kita

    kau berlari kehadapanku dengan terisak. tersedak kemudian tergeletak. aku hanya mematung, linglung dan bingung dengan keadaan ini, lagi. yang kutahu kau membutuhkan aku, untuk mengusap pundak lenganmu atau bahkan meminjamkan pundak untukmu. walau hanya berakhir sebagai penampung keluh kesah dan kemudian kau pergi seperti seseorang yang baru mengucap janji tobat, lepas seperti tak punya beban. aku tetap setia menunggumu kembali untuk melakukan ritual yang sama.
  • 27

    Sep

    Anomali

    kamu itu anomali. menghasilkan perubahan yang bahkan tidak kuduga. terima kasih.
  • 27

    Sep

    Rindu

    Pagiku selalu ricuh, dimulai saat aku membuka mata sampai saat kukayuh kaki untuk mengejar waktu yang membelenggu. Selalu saja bermandi peluh saat aku tiba dikantorku. Tak berhenti disitu aku telah ditunggu dengan tumpukan lembaran yang tak peduli walau mataku telah sayu. Kalau aku meninggalkannya aku bakal tertuduh. Lelah selalu menyapa tapi percuma aku tak boleh mengeluh. Jika pun bisa kepada siapa?. Tak mampu aku mengadu karena kini aku sendiri tapi bukan untuk menyepi. Yang mampu kulakukan sekarang hanya memendam rindu, menunggu hingga sampai waktunya tiba aku pasti berkata aku ingin pulang menendang semua penat demi dekap hangat seorang IBU. *untuk kamu yang menunda rindu karena berjuang dinegeri rantau*
  • 26

    Sep

    Rumah

    katanya: rumah itu memiliki magnet. tapi mengapa kita harus meninggalkannya katanya: rumah itu sukacita. tapi kita harus membaginya katanya: rumah itu keindahan. tapi kenapa harus ada perpisahan ternyata harus ada penciptaan baru. manget, sukacita, dan keindahan yang kita rangkai berdua, bersama kamu. untuk meneruskan apa yang telah lama tercipta. menceritakan sejarah supaya kembali ada yang tercipta. cinta.
  • 25

    Sep

    DOA

    Tuhan, berikan berkat untukku, bukan sekedar materi, tapi waktu libur yang panjang. aku tidak mendesak hanya memohon. kalau kemudian ditanya kenapa dan untuk apa. jawabannya sederhana. rindu. pada keluarga baruku. selama dua bulan lalu bahkan aku sibuk untuknya, mondar-mandir menemaninya mengecek kesehatan, berbelanja, bahkan makan bersamanya, walau seperti orang gila bercengkrama pada dia yang masih melayang didalam sebuah bungkus yang hangat dan tebal. tapi kami berinterksi. bertegur sapa melalui sentuhan. dekat rasanya. sayang kini kami terpisahkan, cepat dan tidak dekat. sekarang ia benar-benar melayang, dibenakku. menjadi hantu penghuni yang terus meneror. sakitnya ketika kini hanya dapat melihat citranya saja. aku rindu, ijinkan aku Tuhan. *untuk keponakan baruku Zhakira Eunike Bue
  • 25

    Sep

    DEWI

    sekian lama kau berjalan. tertatih dan terjatuh. kadang kala kau menangis tapi tak terisak. kau tahan, diam memendam jauh didalam. kami tak tahu. jauh diperjalananmu, berhentilah. duduklah sejenak. tersenyumlah. dengar kami berbisik: “kau tak sendiri malaikat suci”. biarkan sayapmu mengembang agar mampu ia mengepak hingga tak perlu kau berjalan lagi. bahagialah. dengar kami meminta: “cintai kami, doakan kami” kau naik kasta. bukan lagi sekedar malaikat tapi dewi. namun masih saja menganggap perjuanganmu belum usai. kau bercahaya. energimu bergelora. parah. membakar tiap cemooh yang tiba. dengar kami memuji: “kami cinta kau” *kepadamu IBU yang kini sudah menimang cucu pertamanya, selamat*
  • 29

    Jul

    Matahari

    Gelapnya malam masih saja tidak melunturkan sempurnanya sang bulan. Bahkan tak satupun orang yang melewatkan mega bulan malam ini. Sesekali aku melirik kearah ponsel pintar di genggamanku, sentak saja dahiku berkerut, mereka terlalu mengagungkan rembulan sampai-sampai semua membuat status yang hampir sama. Apa hanya karena warnanya yang begitu kontras dengan pekatnya malam. Kalau saja kubandingkan dengan siang tadi mereka yang ada dipertemanan ponsel pintarku ini serentak tanpa dikomando memaki teriknya siang. Matahari, kapan mereka bersyukur kepadamu. Bingkai jendela sengaja kututup dengan selembar kain satin yang memang dirancang ibuku sebagai penutupnya. Tiap malam sama saja, dingin. Ponsel ini katanya pintar tapi tak mampu membuatku merasa tenang. Perdebatan dengan batin selalu terjad
  • 20

    Jul

    Hai 5

    Selamat Datang di djabatnov.blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Saya. Saya mengedit postingan ini, dan mulai ngeblog saat!. Sebenarnya saya memiliki blog dengan platform yang berbeda, blog yang mendampingi saya kurang lebih 8 tahunan itu bukan saya tinggalkan namun saya mencoba memulai sesuatu yang baru. Hampir 3 tahunan saya hiatus dari dunia bloging ini, tiap kali saya masuk ke akun yang saya miliki dan mencoba menulis saya terkotakkan dengan harapan yang begitu besar. Seseorang berkata jika ingin memulai maka letakkan semua yang pernah dilalui dibelakang terlebih dahulu maka sesuatu yang baru itu akan mudah dibuat. Inilah bentuk nyata kecintaan saya akan menulis. Saya bukan penulis profesional tapi dengan memanfaatkan media blog saya menga
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post